Manajemen Stress: Pengertian, Tahapan dan 4 Cara Mengelola Stres.

Manajemen Stress: Pengertian, Tahapan dan 4 Cara Mengelola Stres. Dalam menjalani kehidupan tidak jarang setiap individu ditempa oleh masalah yang disebabkan oleh berbakai faktor. Misalnya ketika pekerjaan dihadapkan pada sebuah deadline, tagihan yang harus dibayar setiap bulan, anak rewel, masalah keluarga dan lain sebagainya. Permasalahan yang muncul tersebut dapat memicu stres. Berbicara tentang stres seringkali kita bertanya stres itu apa? Apakah kita dapat mengelola stres? Apakah stres itu baik? Dan lain sebagainya. Oleh karena itu artikel kali ini cotekno.com akan membahas terkait pengertian stres dan cara mengelola stres. Yuk baca!

Pengertian stres

Perasaan Stres adalah sesuatu yang tidak tidak dapat dipisahkan dari kehidupan individu karena stress dapat mempengaruhi setiap orang yang memiliki sisi positif dan negatif. Sehingga stres juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana individu tidak dapat lagi menyesuaikan diri antara kemampuan diri dan tuntutan sehingga akan menimbulkan kecemasan-kecemasan yang bersifat negatif di dalam diri sendiri.

Menurut Peter Tyler (dalam Lubis, 2009:17), stres adalah perasaan tidak enak dan disebabkan oleh permasalahan diluar kendali atau reaksi raga dan jiwa terhadap suatu perubahan yang ada. Menurut Novia Efrita (2014:13) stres adalah kondisi dinamis saat seseorang dihadapkan oleh tuntutan dan peluang dan juga beban rohani yang telah melebihi batas kemampuan maksimum rohani itu sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa stres adalah suatu ketidakstabilan antara kemampuan dan tuntutan yang dialami oleh individu. Yang mana tuntutan yang didapatkan lebih besar dari kemampuannya.

Pengertian Manajemen Stres

Secara umum manajemen stres adalah suatu tindakan atau teknik yang dilakukan untuk menangani gangguan psikologis yang bertujuan untuk mengendalikan stres seseorang maupun individu. Tujuan lainya yaitu untuk memperbaiki kualitas hidup seseorang menjadi lebih baik.

Margianti (dalam Segarahayu, 2013:5) mengemukakan bahwa manajemen lebih dari sekedar mengatasinya yaitu belajar menanggulangi secara adafif dan juga efektif. Sedangkan Schafer (dalam Segarahayu, 2013:5) berpendapat bahwa manajemen stres merupakan program untuk melakukan pengontrolan stres yang bertujuan agar mengenali penyebab dari stres itu sendiri dan mengetahui teknik-teknik dalam mengelola stres. Sehingga orang akan merasa lebih baik menguasai stress.

Baca Juga :

7 Investasi Yang Menguntungkan

15 Usaha Sampingan yang Menguntungkan

Tahapan Manajemen Stres

Manajemen stres meliputi tiga tahap seperti yang dikemukaan oleh Taylor (dalam Segarahayu,2013:6) yaitu :

  • Tahapan Awal, mereka akan mempelajari apakah stress itu serta bagaimana mengidentifikasi stressor di kehidupan sendiri.
  • Tahap Kedua, mereka memperoleh dan juga mempraktekkan keterampilan dalam mengatasi stres.
  • Tahap terakhir, merek mempraktekkan teknik manajemen stress yang telah ditargetkan situasi penuh stress serta memonitor efektivitasnya.

Cara Mengelola Stres

Ada banyak metode untuk mengelola atau menajemen stres. Namun tidak semua metode tersebut akan sesuai dengan stress yang Anda alami. Berikut beberapa cara mengelola stres:

  • Berkonsentrasi dalam Melakukan berbagai Kegiatan

Konsentrasi sendiri adalah pemusatan pemikiran terhadap objek tertentu. Semua kegiatan yang dilakukan oleh seseorang pasti membutuhkan konsentrasi. Dengan berkonsentrasi seseorang dapat mengerjakan pekerjaan maupun kegiatannya lebih cepat disertasi dengan hasil yang baik. Oleh karena itu konsentrasi adalah hal yang penting dan perlu dilatig agar pikiran tidak melayang-layang sehingga dapat menyebabkan ganggun konsentrasi yang berujung pada stres.

  • Jaringan Pendukung

Pada hakekatnya manusia adalah makluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian. Sehingga membutuhkan sejumlah orang yang saling peduli satu sama lain dan akan merasa kehilangan ketika lama tidak bertemu dan berkomunikasi.  Oleh karena itu, dalam keadaan stres kita sebaiknya bertemu dengan teman yang saling mendukung dalam keadaan suka dan duka. Dengan begitu kita dapat menghilangkan pemikiran negatif yang mencekam dan dapat menambah stres.

  • Self Talk atau Percakapan Kalbu

Dalam hal ini individu dapat mendengar apa yang kata hati nurani katakan. Isi dari percakapan tersebut dapat bersifat positif yang dapat membuat kita optimis dan juga dapat bersifat negatif yang membuat kita malah bertambah stres. Sehingga kita perlu mengelola dan mengembangkan arah dari percakapan diri sendiri ini kepada hati nurani sehingga timbullah percakapan timbal-balik antara kita dengan diri sendiri. Dalam upaya mengelola dan menangani stres, perlu secara sadar kita mengubah isi percakapan yang negatif dengan percakapan yang positif sehingga kalimat-kalimat yang bersifat tidak mendukung menambah stres berubah menjadi kalimat optimisme yang akan membuat diri kita kelur dari zona stres tersebut.

  • Istirahat yang Cukup

Dalam menjalani sebuah kehidupan tubuh kita memerlukan yang namanya istirahat.Individu perlu belajar bagaimana diri sendiri mengerti kemampuan tubuhnya agar dapat istirahat ketika lelah.

Demikianlah sedikit sharing seputar manajemen stres yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita tahu bahwa setiap individu memiliki jalan hidup masing-masing yang tentunya jalan tersebut tidak hanya jalan lurus tanpa hambatan tetapi jalanan yang penuh batu berlubang sesuai dengan KetetapanNya. Yang terpenting adalah bagaimana Individu tersebut mampu menerima dan menjalaninya. Kemudian bagaimana mengelola stres dengan pola pikir dan sikap yang tepat disertai dengan rasa syukur dan keikhlasan kepada penguasa kehidupan.

Terimakasih semoga bermanfaat

Baca juga:

Cara Mengatasi Tidak Bisa Drag and Drop File ke Taskbar Windows 11

Organisasi: Pengertian, Jenis, Syarat dan Manfaatnya.

Bagikan:

Seseorang yang tertarik dalam mengembangkan hardskill dan soft skill

Tinggalkan komentar